Tips Menjadi Tajir dan Kaya Hanya Dengan Modal Minim (Mulai dari Rp 100.000!)

Menyimpan uang di tabungan konvensional saja tidaklah cukup. Apalagi jika memikirkan inflasi, sedangkan gaji naik nggak seberapa tiap tahunnya. Pengelolaan keuangan untuk investasi adalah kuncinya.

Tujuan investasi bisa bermacam-macam, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang, bergantung pada kondisi keuangan Anda masing-masing. Agar di hari tua –nggak gelagapan- atau mimpi kita untuk keliling eropa bisa terwujud, Berikut ini tiptipseru.com akan berbagi tips keuangan dan investasi dari Fioney Sofyan Ponda, S. Ked.,RFA tentang pilihan berinvestasi, Agar Anda bisa kaya dan tajir dengan modal minim, bahkan hanya dengan modal Rp 100.000 saja!

MODAL: Rp 100.000

Tujuan Investasi: Kemampuan Berbahasa Asing, Jenis: Kursus

Yup, meningkatkan skill tertentu bisa menjadi investasi tersendiri. Misalnya, dengan mengikuti kursrs berbahasa asing, fotografi, atau memasak. Dengan modeal Rp 1,2 Juta setelah menabung selama setahun, kita bisa menghasilkan uang melalui keahlian baru. Contohnya menerjemahkan artikel atau naskah, menjual foto-foto ke media, atau menjajakan menu makan pagi hasil kreasi kita ke teman-teman kantor.

Tujuan Investasi: Dana Pensiun, Jenis: Reksa Dana Saham

Jangan meremehkan uang Rp 100.000. Kesannya memang sedikit, tapi jika mengumpulkannya lebih dari 10 tahun, kita bisa memperoleh imbal hasil lebih dari 25% – bahkan ada yang mencapai 2 kali lipatnya! Di balik tingginya return, risiko untuk mengalami kerugian juga besar. Namun untuk investasi jangka panjang, kita nggak perlu khawatir mengalami kerugian. Menurut Fioney, nilai saham memiliki kecenderungan naik jika kita menginvestasikannya di atas 5 tahun.

Baca Juga:


MODAL: Rp 1.000.000

Tujuan Investasi: Dana Pensiun, Jenis: Saham

Sudah investasi reksa dana lalu tertarik terjun langsung ke dunia pasar modal? Saham merupakan alternative investasi yang tepat. Banyak yang menganggap saham, tuh, terlalu berisiko. Namun, lagi-lagi, jika investasi untuk jangka waktu panjang alias di atas 5 tahun, kita berpotensi memperoleh hasil berlipat ganda. Namun, tentunya, pilihan saham juga harus tepat. Fioney pun menyarankan untuk beli saham BUMN atau consumer goods yang produknya akan selalu dipakai banyak orang. Dengan begitu, nilainya akan terus meningkat. Pembelian minimumnya adalah 1 lot (100 lembar), dimana harga 1 lot tergantung masing-masing nilai saham, ada yang hanya puluhan ribu, ratusan ribu, hingga jutaan rupiah. Jika tertearik mendalaminya, Anda bisa ikut pelatihan pasar modal terlebih dahulu. Bursa Efek Indonesia (BEI) rutin memberikan pelatihan gratis, bahkan ada sertifikat bagi peserta. Kita juga bisa mengikutinya di beberapa perusahaan sekuritas sebelum membuka rekening di tempat tersebut.

Tujuan Investasi: Pernikahan, Jenis: ReksaDana Pendapatan Tetap

Ini bisa diterapkan bagi kita yang berencana menikah dalam kurun waktu 3 tahun mendatang. Dengan berinvestasi reksa dana pendapatan tetap, return yang diperoleh bisa mencapai 12% per tahunnya, bahkan lebih. Risiko mengalami kerugian tidaklah sebesar reksa dana campuran atau reksa dana saham sehingga dana pernikahan kita lebih aman. Pilih produk yang memiliki performa stabil setidaknya 3 tahun terakhir, yang bisa di cek di infovesta .com.

Tujuan Investasi: Pendidikan (Calon) Anak, Jenis: Reksa Dana Campuran

Meskipun masih single, tidak adasalahnya memikirkna kehidupan kita setelah menikah nanti. Salah satuya mengenai biaya pendidikan anak. Tahun ini saja, biaya kuliah jurusan kedokteran mencapai ratusan juta rupiah. Kebayang, nggak, berapa angka yang harus dibayarkan 18 tahun mendatang? Nah, kita punisa mencoba peruntungan melalui reksadana campuran. Dibandingkan reksa dana saham, risiko kerugian yang dialami reksa dana campuran lebihkecil. Reutnr tiap tahunnya belum melebih saham, tapi hasilnya tetap lebih banyak dibadingkan reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap, bisa mencapai 20%! Jika berinvestasi Rp 1.000.000 tiap bulannya untuk reksa dana campuran selama 18 tahun, diperkirakan kita pun adapt mengumpulkan uang lebih dari 1 milyar!

MODAL: Rp 10.000.000

Tujuan Investasi: Membeli Mobil, Jenis: Obligasi

Dulu obligasi identik dengan investasi orang tajir dan kaya atau perusahaan, karena modalnya yang cenderung besar. Kini, orang awam seperti kita juga bisa melakukannya. Setelah menerbitkan Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI). Pemerintah melalui Kementrian Keuangan meluncurkan instrument investasi Savings Bonds Ritel (SBR). Obligasi negara untuk individu ini dijual melalui agen berapa bank dan perusahaan sekuritas. SBR dapat dibeli dengan modal Rp 5.000.000 dengan jangka waktu investasi 1 tahun. Imbal hasil yang ditawarkan untuk 3 bulan pertama mencapai 8,75%, sedangkan bulan-bulan berikutnya mengikuti suku bunga Lembaga Pinjaman Simpanan (LPS), namun tidak lebih kecil dari 8,75%. Jika terus membeli obligasi selama 2 – 3 tahun, kita pun bisa menggunakan hasil investasi untuk DP mobil. Mobil tersebut bisa digunakan sehari-hari, atau kita gabungkan dengan rental mobil maupun aplikasi transportasi sehingga bisa memberikan penghasilan baru setiap bulannya.

Tujuan Invetasi: menghasilkan Pemasukan Dari Berbisnis, Jenis: buka Usaha

Cukup banyak jenis usaha yang modalnya kurang dari Rp 10.000.000, mulai dari Franchise jajanan kuliner, merangkai aksesori, hingga laundry (baca: Tips Sukses Membuka Bisnis Sampingan dgn Modal Rp 20 Juta). Intinya, jalankan bisnis sesuai passion. Jadi, saat menemui kendala, ktia pun tidak putus asa. Sebelum benar-benar berbisnis, jangan lupa survey kebutuhan pasar. Plus, lakukan persiapan rencana jangka pendek maupun panjang agar bisnis terarah dan bisa memberikan penghasilan yang menguntungkan. Dengan penanganan yang tepat, modal Rp 10.000.000 akan memberikan keuntungan puluhan, bahkan ratusan juta rupiah.

Tujuan Investasi: Traveling, Jenis: Menabung Dalam Mata Uang Asing.

Bagi kita yang punya target jalan-jalan ke Eropa di ultah ke-30 (anggap usia kita saat ini masih 25 tahun), enggak ada salahnya berinvestasi melalui mata uang asing. Misanya, dollar Singapura yang dalam 5 tahun terakhit nilainya meroket sekitar 40%, won Korea yang 4 tahun terakhir nilainya naik sampai 30%, dollar AS yang nilainya cenderung terus meningkat terhadap rupiah, atau euro. Kita bisa menabung langsung di Bank atau menukarkannya dalam bantuk fisik dan menyimpannya di rumah maupun sewa safe deposit box (SDB) di bank. Dalam jangka waktu 3 hingga 5 tahun, diharapkan nilainya sudah bertambah (meski tentunya kita nggak mengharapkan nilai rupiah merosot tajam, ya!)

Tujuan Investasi: DP Beli Rumah, Jenis: Reksa Dana Saham

Nggak ada salahnya menginvestasikan uang bonus dari THR ke reksa dana saham. Jika Anda melakukannya tiap tahun berturut-turut selama 5 tahun, modalnya Rp 50.000.000 tersebut berpotensi bertambah minimal 25%, bahkan bisa hingga 200%, Bisa buat DP rumah atau apartemen, tuh! Untuk amannya, Anda bisa menginvestasikannya ke beberapa produk reksa dana saham. Lagi-lagi, pilihlah produk yang beberapa tahun terakhir stabil dan bisa bangkrut setelah krisis moneter.

 

Selanjutnya...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari tiptipseru.com?
Daftarkan e-mail Anda di bawah ini
dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

Delivered by FeedBurner