Stop 7 Cara Merawat Rambut yang Justru Membuat Rambut Anda Rusak!

Rambut adalah mahkota setiap orang yang seharusnya senantiasa dirawat dan diperlakukan dengan baik. Jangan lagi Anda melakukan 7 siksaan terhadap rambut hanya karena Anda tidak tahu dan Anda sadari.

tiptipseru stop menyiksa dan merusak rambutKalau rambut berkilau indah yang Anda inginkan, maka Anda harus memberi perhatian pada acara Anda memperlakukan rambut. Kebiasaan-kebiasaan Anda dalam memperlakukan rambut Anda akan mempengaruhi kesehatan dan penampilan rambut Anda. Berikut ini tiptipseru.com akan berbagi tips ilmiah menganai 7 cara merawat rambut yang (mungkin) tanpa Anda sadari, ternyata justru bisa membuat rambut rusak dan tersiksa:

Mencuci Tanpa Menyisir Sebelumnya

Terbiasa langsung mencuci rambut tanpa menyisirnya terlebih dahulu? Jangan diteruskan. Walaupun ada anggapan yang menyatakan kalau rambut itu sebenarnya sangat kuat.

“Rambut sesungguhnya sangat kuat, satu helai rambut mampu menahan beban 100 gram tanpa membuatnya patah. Anda bahkan bisa bermain lompat tali menggunakan rambut,” kata beauty stylist dari P&G, Dr. John Gray.

Baca Juga:


Namun, ada satu pengecualian dari fakta mengagumkan ini, rambut cenderung rapuh saat basah. Hal ini karena air memecah ikatan hydrogen yang mempengaruhi keratin di dalam lapisan rabut sehingga elastisitasnya berkurang. Karena itu pula, rambut basah menjadi rawan kusut. Untuk menghindari rambut tambah kusut dan rontok saat keramas, ada baiknya Anda menyisirnya sebelum keramas. Atau, kalau Anda lebih suka menyisir sambil mencuci rambut, aplikasikan conditioner. Pisahkan helaian rambut kusut menggunakan jari tangan dari bagian ujung rambut ke arah akar, lalu gunakan sisir bergigi besar sebelum membilas.

Terlalu Sering Keramas

Semua setuju kalau rambut lepek, berminyak dan kotor It’s a big no-no! Makanya banyak yang memilih mencuci rambut setiap hari untuk menghindarinya. Tapi sesungguhnya terlalu sering keramas malah akan mengikis lapiran minyak alami pada kulit kepala yang akan membuat rembut terlihat lepek dan lesu.

“Rambut merupakan fiber. Seperti halnya serat wol, semakin sering dicuci maka akan berkurang keindahan dan elastisitasnya. Jadi sebenarnya tidak perlu keramas setiap hari”, Jelas Paradi Mirmmirani, MD., spesialis penliti rambut.

Semakin panjang dan tebal rambut, maka frekuensi mencuci bisa lebih jarang.

“Minyak dari kulit kepala tidak turun ke ujung rambut dengan cepat, jadi ujung rambut masih tetap kering dan belum memerlukan pencucian,” kata Heather Woorlery-Llyod, MD, Direktur Ethnic Skin Care di University of Miami

Sementara, untuk rambut pendek, tipis, dan lurus, cukup keramas 2 kali sekali. Mencuci rambut setiap hari bisa dilakukan jika produksi  minyak di kulit kepala belebih. Gunakan shampoo berlabel “everyday shampoo” yang mengandung deterjen lebih lembut dibandingkan jenis shampoo lainnya. Gunakan dry shampoo atau bedak tabur untuk menghilangkan minyak pada kulit kepala dan poni hingga waktu keramas selanjutnya tiba.

Tak Tepat Pakai Kondisioner

Kita sering mendapat saran untuk memakai kondisioner hanya pada bagian bawah rambut supaya rambut tampak lepek dan terlihat ‘berat’. Namun bagi pemilik rambut dengan helaian tipis, sebaiknya kenakan conditioner dari akar rambut, karena jenis rambut ini rentan patah. Terlalu banyak mengaplikasikan conditioner juga tidak baik.

“Rambut akan terlihat lepek dan lengket. Selain itu. Meski terasa sangat lembut, ternyata dalam keadaan ini rambut menjadi rentan patah,” ungkap Audrey Sivasothy, pengarang buku The Science of Black Hair: A Comprehensive Guide to Textured Hair Care.

Jadi, pastikan rambut bersih dari sisa conditioner, cuci hingga air bilasan bening dan bebas busa. Pilih shampoo berjenis clarifying shampoo untuk menghilangkan residu conditioner.

Menggosokan Handuk

Beberapa produk perawatan perlu diaplikasikan kepada rambut dalam keadaan towel dried atau saata rambut dalam keadaan basah bisa merusak kutikula rambut dan membuat rambut menjadi kusut, mengembang dan patah. Gunakan handuk lembut (bahan microfiber bisa jadi pilihan) atau bahan kaus. Semakin lembut bahan, makin baik untuk lapisan kutikula. Segera setelah keramas, bagi rambut dalam beberapa bagian, remas lembut rambut untuk menghilangkan air berlebihan tapi jangan diplintir. Saat mengeringkan dengan handuk, bagi rambut menjadi beberapa bagian. Tekan dan remas lembut (bukan gosok) handuk, mulai dari akar hingga ujung rambut. Lakukan ini pada setiap bagian, hingga rambut setengah kering. Sisir lembut dengan sisir bergigi jarang dan produk perawatan favorit siap digunakan.

Melewatkan Produk Pelindung

Kalau Anda akrab dengan blow dry, mengeriting atau meluruskan rambut dengan alat catok, sebaiknya jangan pernah melewatkan produk perawatan yang memberikan perlindungan terhadap panas.

“Paparan panas akan mengikis kembaban alami rambut, membuat kutikula rambut menjadi kering dan rusak, sehingga rambut terlihat kering dan gersang”, Elizabeth Cunnane Philps, pakar rambut asal New York

Blow dry juga menyebabkan flash drying yang tidak hanya menghilangkan kelembaban, tapi juga kandungan air di dalam rambut. Akibatnya kutikula rembut menjadi kering dan rapuh.

“Sebelum styling dengan alat panas, saya mengaplikasikan spray secukupnya pada rambut kering atau setengah basah, sebagai salah satu alternative heat protection. Selain dimaksudkan untuk memberikan perlindungan, rambut juga menjadi lebih lembut”, ungkap Farah Nooraini, Penata rambut asal Jakarta Selatan.

Sementara beberapa praktisi lainnya menyarankan untuk menggunakan produk dengan kandungan polymers (PVP), silicon dan minyak esensial seperti argand an castor yang bisa memberikan perlindungan terhadap pemakaian alat panas.

“Sebelum blow dry, tunggu hingga rambut setengah kering. Aplikasikan produk heat protection lalu pilih pengatur suhu hangat pada hair dryer untuk meminimalakan kerusakan rambut,” kata Jeannette Graf, dermatology asal New York.

Styling Saat Rambut Basah

Rambut basah dan alat styling panas tidak berjodoh. Sekali lagi, rambut sangat rapuh dan rentan dalam keadaan basah. Menggosok rambut saja dalam keadaan ini bisa merusaknya, aplagi menggunakan alat panas. Alat catok panas yang digunakan saat rambut dalam keadaan basah bisa membakar folikel rambut. Lam-kalamaan hal ini bisa membuat rambut rapuh dan mudah patah. Alat catok lebih tinggi daya rusaknya pada rambut dibandingkan dengan hairdryer. Menggunakan alat catok panas saat rambut masih basah akan langsung menghilangkan kelembaban alami dan merusak kutikula rambut! Akhirnya rambut menjadi mudah patah dan bercabang. Selalu gunakan conditioner atau produk berlabel heat protection untuk membantu rambut menjadi lebih kuat dan tidak mudah patah. Ingat, rambut harus selalu dalam keadaan kering saat Anda menatanya.

Aplikasi Hairspray Sebelum Styling

Pernahkah mendengar saran kalau ingin styling bertahan lebih lama, aplikasikan hairspray sebelum atau saat menggunakan alat catok? Jangan diikuti, ya! Hal ini tidak akan membuat tatanan rambut bertahan lebih lama, tapi justru akan merusak rambut. Untuk meyakinkan Anda tentang bahayanya hal tersebut simak beberapa saran dari ahli dan praktisi ternama berikut ini:

“Jangan pernah menyemprotkan hairspray saat Anda sedang memakai alat styling yang panas. Kandungan alcohol dan silicon di dalam hairspray akan bercampur panas dari alat styling dan akan merusak helaian rambut.” rinci Chad Cardoos, stylist dari Beverliy Hills.

“Saat alat catok menjepit erat rambut maka tidak ada celah bagi produk. Artinya folikel rambut langsung terpapar panas bersama produk yang Anda pakai, ini riskan apalagi jika produknya mengandung alcohol yang mudah terbakar,” urai Harry Josh, stylist kesayangan Miranda Kerr dan Gisele Bundchen.

Kebanyakan spray bersifat mudah terbakar sehingga tidak bisa diarahkan langsung kr alat panas, seperti hair dryer dan alat catok. Semprotkan hairspray dari jarak 30 sentimeter, saat Anda selesai menata rambut dengan alat styling panas.

Well, bagaimana? Masih akan menyiksa rambut Anda? Stop menyiksa rambut Anda! Perlakukan dia dengan benar maka ia akan memancarkan keindahannya dan membuat Anda semakin terlihat cantik.

Selanjutnya...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari tiptipseru.com?
Daftarkan e-mail Anda di bawah ini
dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

Delivered by FeedBurner