Tips Diet: Mengulas Mitos Salah dari 6 Program Diet Paling Terkenal

Salah satu cara menurunkan berat badan adalah dengan menjalankan program diet.

tiptipseru mengatasi cara diet yang salahAda banyak program diet yang kita kenal saat ini, beberapa diantaranya sangat terkenal dan banyak diterapkan banyak dilakukan banyak orang karena diyakini efektif menurunkan berat badan. Namun apa yang terjadi jika program diet yang terkenal tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Sehingga aturan diet yang dikenal secara umum saat ini tersebut, sebenarnya justru bisa menggagalkan usaha Anda dalam menurunkan berat badan. Diet yang sebaiknya tidak dilakukan adalah diet yang faktanya tidak jelas.

“Sebuah studi menunjukkan, ada beragam trik yang sering digunakan untuk meluruhkan lemak. Tapi trik ini bukannya membuat seseorang meraih tujuan mereka, namun justru membuat seseorang menyerah karena tidak berhasil sama sekali”, demikian ucap penulis studi Krista Casazza, Ph.D., R.D.

Untuk itu, tiptipseru.com akan mengulas lebih detil, tips diet mana saja yang hanya merupakan mitos salah tersebut. Karena seketat apapun Anda menjalankan trik tersebut tidak akan merubah apapun, jarum timbangan tidak bergerak kemana pun, yang adalah hanyalah membuang usaha dan waktu Anda saja.

Baca Juga:


Mitos 1: Minum Air, Mencegah Lapar?

Fakta: Minum air banyak akan memenuhi perut Anda sehingga membuat Anda merasa lapar dan malas makan.

“Semakin banyak air di dalam perut, makanya makin sedikit ruang yang terisi untuk makanan, bukan? Belum tentu,” ujar Barbara Rolls, Ph.D, professor nutrisi dari Penn State University.

Air tidak merangsang sensor rasa kenyang seperti halnya yang dilakukan makanan. Kalaupun bisa, Anda akan buang air kecil dengan segera. Sama halnya jika Anda tidak mengonsumsi serat dalam jumlah besar, maka Anda akan cenderung mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak agar perut merasa kenyang. Para ahli menyarankan Anda menikmati camilan yang mengandung 150-200 kalori, seperti sebuah apel atau semangkuk sup kaldu, sebelum menyantap makanan utama.

“Penelitian kami membuktikan, cara ini membantu Anda mengurangi kalori sebanyak 20% dari kalori total kebutuhan Anda,” lanjut  Barbara.

Mitos 2: Lakukan pelan-pelan saja.

Fakta: Yup, kehilangan berat badan secara cepat memang bisa menggiring Anda kepada efek yo-yo.

“Namun, hal ini tidak berarti Anda menurunkan berat badan dengan sangat lambat, seperti 0,5 kgm per minggu, atau bahkan tidak bergerak sama sekali,” ucap Elisabetta Poiti, M.P.H.,R.D. dari Duke Diet and Fitness Center.

Selama dilakukan dengan cara yang aman, maka tidak ada masalah Anda menurunkan 2,5 kgs dalam satu minggu dan menurunkan masing-masing 0,5 kgs pada minggu-minggu berikutnya. Sebagai bonus informasi, supaya peluruhan lemak bisa super cepat, penelitian menunjukkan bahwa bekerja dengan deadline yang ketat bisa meningkatkan motivasi Anda untuk melangsingkan badan. Ketika pelaku diet diberi tugas menurunkan 15% berat badannya dalam 12 hingga 36 minggu, hasilnya 80% orang dengan deadline ketat bisa sukses menurunkannya. Berbeda dengan jadwal longgar, hanya 50% responden yang bisa sukses menurunkan berat badannya

Mitos 3: Timbang Badan Setiap Hari?

Fakta: Ini tampaknya terlalu berlebihan, tetapi ternyata efektif. Studi yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa orang yang menimbang berat badannya sekali dalam sehari, akan bisa menurunkan berat badan 4 kali lebih banyak dibandingkan orang yang jarang menimbang badannya. Namun, studi terpisah yang dipublikasikan di American Journal of Preventive Medicine mengungkapkan bahwa orang yang rutin menimbang berkaitan dengan tekad yang semakin kuat dan kepuasan tubuh yang meningkat.

“Jadi, melihat angka-angka pada timbangan bisa menjadi realita yang memang sangat Anda butuhkan. Jika angkanya bertambah, Anda bisa mengartikanya sebagai faktor yang memotivasi untuk mendapatkan kembali Anda”, ucap Elisabetta.

Mitos 4: Sayur dan Buah efektif Menurunkan Berat Badan?

Fakta: Hasil bumi ini mungkin membawa pesan sehat (artinya tidak ada ang salah dengan mengonsumsi sayur dan buah. American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa mengonsumsi buah dan sayur dalam jumlah besar tidak hanya menambah nutrsu dalam pola makan Anda, tetapi juga tidak memberikan efek samping terhadap penambahan berat badan. Namun, ini bukanlah alasan untuk langsung mengiris anggur dan brokoli di piring Anda. Beberapa salad di restoran, sebagai contoh, berkalori lebih dari 1.000 dan ini jauh lebih besar dibandingkan semangkuk fettucine alfredo. Kuncinya adalah perhatikan tipe dan porsi buah serta sayur yang akan Anda makan.

MItos 5: Target Masuk Akal adalah yang terbaik.

Fakta: Meyakinkan diri bahwa Anda bisa berperut indah seperti Beyonce, mungkin hanya akan membuat Anda kecewa. Tapi bagaimanapun juga, mimpi yang sulit dicapai bisa membantu Anda termotivasi untuk meraih target yang nyata dengan lebih efisien. Studi di Journal Obesity menunjukkan, seseorang yang memasang target sangat tinggi dan tidak realistis (seperti menghilangkan 20%-30% berat badan), ternyata mampu menurunkan berat badan lebih banyak, dan secara psikologis tidak mengalami stress selama 18 bulan.

Namun penelitian lain menyarankan untuk fokus pada target kecil. Akan tetapi, perubahan yang sedikit demi sedikit hanya memberikan hal yang tidak terlalu signifikan ke dalam target besar Anda, karena ketika Anda mampu mencapai target pertama, Anda akan merasa bahwa Anda telah mencapai seluruh target yang ada.

“Dengan merancang target yang sangat tinggi, maka Anda akan menantang diri Anda untuk menurunkan berat badan lebih banyak dibandingkan sebaliknya”, jelas Elisabetta

MItos 6: Semakin Kecil Kalori, Semakin Baik.

Fakta: Memang benar bahwa Anda harus menurunkan kalori untuk menurunkan badan. Namun satu alasan penting mengapa seseorang sebaiknya tidak melakukan hal ini adalah karena mengonsumsi sedikit makanan akan membuat tungku pembakaran kalori atau metabolisme Anda melambat. Bahkan, sebuah studi dari Yale School Medicine menunjukkan bahwa rasa lapar membuat proses pengubahan lemak putih (lemak tidak sehat yang meningkatkan risiko serangan jantung), menjadi lemak cokelat (tipe lemak baik yang membantu membakar kalori), menjadi terganggu. Pastika Anda mendapat asupan kalori sebanyak 1.200 per hari. Termasuk juga tidak melewatkan makan siang, karena jika Anda melewatkannya maka akan mempengaruhi level gula darah di dalam tubuh. Hal ini akan mendorong nafsu makan Anda semakin bertambah dan akibatnya Anda akan mengonsumsi makan jauh lebih banyak.

So, yang terbaik dan cocok untuk pola penurunan berat badan adalah berolah raga secara teratur dan rutin. Bisa Anda mulai dari yang paling ringan dan tradisional, seperti jalan kaki dan jogging.

Selanjutnya...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari tiptipseru.com?
Daftarkan e-mail Anda di bawah ini
dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

Delivered by FeedBurner