Tips Sukses Berkarir dengan Latar Belakang Pendidikan Berbeda

Sepertinya tidak banyak yang lulus kuliah bisa menentukan mau bekerja sebagai apa. Sekarang bahkan makin banyak saja orang yang bekerja di luar bidang pendidikan yang pernah ditekuninya. Bisa ga sih seperti itu: kita berkarir di jalur yang baru? Jawabnya ‘BISA’! asal simak terlebih dahulu tips Sukses Berkarir dengan Latar Belakang Pendidikan Berbeda berikut ini terlebih dahulu:

Jangan Takut Dulu… Berapa jumlah surat lamaran yang pernah kita kirim begitu lulus kuliah? Saking banyaknya kita pasti sudah sudah lupa kan? Begitu lihat ada lowongan, kita kirimkan saja lamaran yang dibutuhkan, meski ngga sesuai dengan bidang yang kita pelajari dan kuasai. Nggak heran kalau pekerjaan yang kita peroleh bisa berbeda jauh dari latar belakang pendidikan kita.

“Dulu bisa saja kita Cuma mau bekerja di bidang yang sesuai dengan latar belakang pendidikan kita, tapi sekarang sudah tidak mungkin lagimembatasi diri seperti itu. Ada si pengecualian seperti dalam bidang kedokteran, hukum dan psikologi”, ungkap Lisa Nuryanti, pengajar pengembangan diri di president Business Institute.


Mau Terus Belajar. Jangan langsung mengubur harapan gara-gara latar belakang pendidikan kita nggak sesuai pekerjaan yang kita inginkan. Sebenarnya perusahaan punya alasan berbeda-beda ketika merekrut pelamar untuk menjadi karyawannya, bukan semata-mata karena latar belakang pendidikan si pelamar cocok dengan posisi yang kosong.

“Perusahaan lebih melihat kemampuan yang dimiliki oleh si pelamar, yang penting yang bersangkutan punya kemauan untuk terus belajar”, ungkap Lisa

Saat menerima seorang karyawan baru, tentu perusahaan sudah siap menerima kekurangan kayawan itu, termasuk latar belakang pendidikannya yang berbeda. Untuk mengasah kemampuan karyawan baru, biasanya perusahaan menyediakan pelatihan. Pelatihan merupakan kesempatan yang sangat baik untuk membiasakan diri bekerja di tempat baru. Selain belajar tentang bidang pekerjaan yang akan kita kerjakan, kita juga belajar tentang budaya perusahaan dan etos kerja yang berlaku di perusahaan tersebut. Meskipun demikian kita juga tidak bisa selalu mengharapkan perusahaan akan memebrikan pelatihan untuk kita. Ada juga perusahaan yang meminta karyawannya untuk belajar sendiri, baik atas biaya perusahaan atau biaya sendiri. Yang paling penting, kita sendiri punya minat dan merasakan kebutuhan untuk terus belajar.

Temukan Minat Kita. Sah-sah saja kalau kita menerima pekerjaan yang ‘asal ada dulu’. Tidak ada yang salah dengan hal ini. Tak perlu takut ilmu yang kita pelajari terbuang percuma. Belajar membuat kita tahu lebih banyak, memiliki pola pikir yang lebih sistematis dan berkemampuan komunikasi yang lebih baik. Hal inilah modal utama kita dalam bekerja.

“Saya berlatar belakang pendidikan arsitektur, tapi saat ini saya bekerja di Bank, bidang yang saya tekuni adalah Teknologi Informasi. Jadi sama sekali tidak berkaitan, antar latar belakang pendidikan, core business perusahaan dan bidang pekerjaan saya sehari-hari. Namun, minar saya di bidang teknologi informasi secra otodidak cukup membantu membawa saya sejajar dengan rekan-rekan lain di bidang tersebut. Disiplin ilmu S1 saya memang sama sekali tidak terpakai dalam pekerjaan saya, yang penting saya menikmati pekerjaan saya. Itu kuncinya menurut saya.”  (Subono, 30 th)

“saat ini saya mengajar vocal di beberapa sekolah musik di Bandung dan Jakarta. Ketika kuliah di fakultas Ilmu Komunikasi, saya nggak kepikiran akan menjalankan profesi ini, karena waktu SMU saya ingin menjadi jurnalis. Saat kuliah saya aktif dalam kegiatan paduan suara mahasiswa dan vocal group. Saya jadi tertarik banget pada seni vocal, bahkan sebelum lulus kuliah saya ditawari untuk mengajar les vocal di sekolah musik di Bandung. Saya puas banget melihat perkembangan murid, yang tadinya tidak bisa, menjadi bisa. Saya sangat bersyukur karena pas kuliah bisa mengembangkan hobi dan kemampuan di luar kegiatan akademis. Saya jadi tahu, ternyata saya punya bakat di bidang ini. (Arvin Zaenullah, 28th)

 

Manfaatkan Kesempatan. Sekarang ini lingkup pekerjaan tidak sempit lagi. Memang perbandingan antara lapangan pekerjaan dan jumlah pencari kerja, sangat tidak seimbang, tapi justru karena keadaan ini, kita bisa lebih kreatif mencari berbagai celah untuk bisa bertahan, Akibatnya banyak orang yang bekerja tidak sesuai dengan latar pendidikannya.

“Sangat sulit kalau kita berusaha mencari pekerjaan cuma yang sesuai dengan latar belakang pendidikan kita. Orang yang lulus dengan bidang yang sama pasti sudah banyak. Mau tidak mau kita akan mencari pekerjaan diluar bidang keahlian kita asal masih sesuai dengan kemampuan kita”, lanjut Lisa

Bagaimana kalau kita baru mendapatkan pekerjaan tersebut beberapa tahun lagi? Daripada buang waktu, mending kita manfaatkan saja pekerjaan yang ada sambil menambah pengalaman. Tidak ada salahnya mencoba pekerjaan baru.

Learning By Doing. Kalau berani menerima pekerjaan dalam bidang yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, konsekuensinya adalah harus mau belajar lebih banyak. Makanya biarpun pekerjaan itu termasuk bidang baru untuk kita, yakinkan kita bahwa kita memang menaruh minat terhadap pekerjaan itu, biar tidak merasa terpaksa belajar. Kesalahan umum yang terjadi pada pegawai baru adalah mudah berpuas diri sehingga malas belajar. Hari gini tidak sulit kok memperoleh informasi dan menambah pengatahuan (dunia internet adalah jendela dunia nirbatas). Awalnya mungkin kita tidak PD bekerja di bidang ini, tapi kita harus bisa menutupinya dengan belajar.

Hasilnya bisa lebih baik. Tidak usah minder dulu kalau kemampuan kita tidak sehebat rekan kita yang latar belakang pendidikannya memang cocok dengan perkerjaannya, latar belakang pendidikan yang sesuai dengan pekerjaan memang bisa jadi nilai lebih, tapi bukan jaminan keberhasilan seseorang. Tidak adil juga jika melihat kemampuan seseoang cuma dari latar belakang pendidikan semata, karena sifat seseorang juga punya peran penting dalam kesuksesan. Orang yang bekerja sesuai latar belakang pendidikannya plus rajin dan ulet bakal berhasil dalam pekerjaannya, tetapi kalau orang itu tidak terlalu rajin, hasilnya tidak akan sebagus orang yang pendidikannya tidak sesuai dengan pendidikanya tapi ulet. Selama kita punya motivasi untuk belajar dan terbuka terhadap informasi pasti kita bisa mengerjakan pekerjaan itu.

“A college degree is not a sign that one is a finished product but an indication a person is prepared for life” (Edward A. malloy)

Selanjutnya...

Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari tiptipseru.com?
Daftarkan e-mail Anda di bawah ini
dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

Delivered by FeedBurner