Tips Lengkap Mengenali 10 Mitos/Fakta Kesehatan Mulut & Gigi

Ternyata merawat gigi tidak cukup dengan menyikatnya 2 kali sehari. Bisa saja jika Anda salah menyikat, gigi jadi bermasalah. Merawat gigi memang gampang-gampang susah, ditambah lagi belakangan ini banyak mitos seputar kesetahatan mulut dan gigi yang beredar. Tentunya tidak asyik jika Anda terus menerus terjerumus dalam mitos yang belum terbukti benar-salahnya, bukan? Berikut ini tiptipseru.com akan mengulas lengkap mitos benar/salah tentang kesehatan mulu dan gigi:

Mitos#1: Menyikat Gigi 2 Kali sehari Menjamin Kebersihan Mulut. Fakta: Hal terpenting dalam menyikat gigi bukanlah frekuensi, melainkan pilihan waktu dan cara menyikat yang benar. Sebaiknya Anda rutin menyikat gigi setelah sarapan, makan siang dan malam. Jika struktur gigi Anda rapi, cukup menyikatnya secara horisonal dan arahkan bulu sikat ke perbatasan gusi dan gigi dengan sudut 45 derajad. Susunan Gigi Anda Berantakan? Anda perlu melakukan gerakan tambahan ketika menyikatnya, yaitu vertical dari gusi ke permukaan gigi atas. Sikatlah gigi selama 3 menit agar seluruh permukaan gigi tidak terlewati. Oh iya, untuk mencegah gusi terluka, pilih sikat gigi yang lembut.

Mitos#2: Nggak Perlu Flossing jika Sudah Rapjin Menyikat Gigi. Fakta: Saat Anda makan, seringkali ada sisa makanan yang nyelip di antara gigi. Nah, sikat gigi nggak bisa mencapai bagian ini, apalagi kalau susunan gigi Anda bertumpuk. Karenanya flossing tetap dianjurkan. Jika dibiarkan menumpuk, sisa makanan atau plak bisa menyebabkan radang gusi seperti pendarahan atau kerusakan tulang yang mendukung gigi.


Mitos#3: hidnari Menyikat Gigi Saat Gusi Berdsarah. Fakta: Tahukan Anda, bahwa penyebab gusi berdarah adalah penumpukan plak atau karna bagian gigi yang jarang disikat. Jadi kalau gusi berdarah waktu Anda sikat gigi, justru Anda dianjurkan menyikat bagian itu dengan lebih kuat ( menggunakan sikat gigi yang lembut tentunya). Memang, sih, gusi akan berdarah, sekali 2 kali, tetapi selanjutnya pendarahan bakal berhenti total.

Mitos#4: Permen Karet Yang Mengandung Xylitol Bagus Untuk Kesehatan Gigi. Fakta: Sebenarnya tanpa xylitol pun permen karet memberikan pengaruh positif pada gigi alias dapat membersihkan plak. Karena xylitol mengandung zat yang ampuh memperkuat gerakan gigi. Keuntungan lainnya, mengunyah permen karet dapat merangsang keluarnya air liur yang merupakan zat anti kuman.

Mitos#5: Sakit Gigi Bisa Disembuhkan Dengan Obat Penghilang Rasa Sakit. Fakta: ada 2 penyebab Anda sakit gigi. Pertama, karena gigi mati, sehingga gas dan nanah tidak bisa keluar, Untuk itu, perlu dibuat lubang sebagai tempat keluarnya nanah. Penyebaba kedua adalah gigi mengenai syaraf hingga terbuka. Jika mengalaminya Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Painkiller memang bisa menghilangkan sakit , tapi hanya untuk sementara.

Jangan Anggap Remeh! Sudah saatnya, Anda lebih peduli gigi. Karena, menurut data dari Departemen Kesehatan, penyakit gigi dan mulut menempati urutan pertama yang diderita masyarakat Indonesia. Kesehatan gigi, berpengaruh pada kesehatan tubuh kita secara umum. Radang gusi yang tidak ditangani dengan baik bisa memicu timbulnya zat di dalam tubuh yang membentuk endapan di pembuluh darah di jantung dan otak. Akibatnya kita pun bisa terkena serangan jantung, stroke, dan darah tinggi. Oleh karenanya, supaya tidak mengalaminya, lakukan perawatan gigi dengan tepat!

Mitos#6: Gigi yang sakit lebih baik dicabut Karena bisa kambuh jika hnaya ditambal. Fakta: Salah satu solusi sakit gigi akibat berlobang adalah penambalan. Cara ini memungkinkan pasien untuk sembuh total, asal setelahnya, anda melakukan perwatan gigi dengan tepat. Pencabutan gigi merupakan pilihan terakahir karena justru dapat menimbulkan masalah baru, misalnya kebutuhan akan gigi palsu. Tanpa gigi pengganti, susunan gigi lain bakal kacau dan kehilangan fungsi mengunyah.

Mitos#7: Perlu Jeda 2-3 Jam Antara Makan. Fakta: menurut beberapa penelitian mulut kita cenderung asam setelah makan. Keasamaan tersebut bikin permukaan gigi terkikis bila Anda mengunyah lagi dalam hitungan menit. Makanya, penting banget menyikat gigi setelah makan besar.

Mitos#8: Perempuan Tidak Boleh Mencabut Gigi Saat Haid. Fakta: saat datang bulan tubuh Anda mengalami perubahan hormonal. Kadar estrogen dan progesterone membuat gusi rentan terhadap peradangan. Tapi tetap aman, kok, kalau mau mencabut gigi. Kalau masih khawatir, sebaiknya tunda hingga minggu terakhir siklus haid-pas kadar estrogen dan progesterone rendah.

Mitos#9: Bau Mulut Timbul karena masalah pencernaan. Fakta: Pemicu utama bau mulut adalah masalah mulut. Gigi berlubang, radang gusi , karang gigi atau tambalan gigi yang tidak sempurna bisa bikin makanan awet menempel. Hasilnya bau-bauan yang tidak sedap! Masalah pencernaan memang bisa menyebabkan bau mulut, tapi hanya dialami segelintir orang.

Mitos 10: Obat kumur Cukup Mengilangkan Bau Mulu. Fakta: Bau mulut akibat bakteri seperti karang gigi yang menimbulkan radang gusi perlu diatasi dengan sejumlah perawatan. Contohnya rutin menyikat gigi dan mengerok permukaan lidah yang penuh dengan kuman. Obat kumur saja tidak cukup untuk menghilangkan bau mulut. Jika ingin tetap menggunakan, hindari yang mengandung alcohol karena diduga bisa memicu kanker mulut!

 

Selanjutnya...

Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari tiptipseru.com?
Daftarkan e-mail Anda di bawah ini
dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

Delivered by FeedBurner