Tips Cepat Mendulang Untung Besar dari Bermain Saham

“Yuk, Nabung Saham!” Seruan itu menjadi kampanye Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pemerintah akhir tahun lalu. Selain untuk memperkenalkan lebih tentang pasar modal Indonesia, kampanye ini juga ingin mengajak masyarakat mencoba investasi saham – mudah dan memberikan keuntungan besar.

“Jumlah investor saham di Indonesia ternyata kurang dari 1% jumlah penduduk secara total. Kalah jauh dibandingkan dengan Malaysia, yaitu sekitar 12% penduduknya ataupun Singapura yaitu sekitar 30%. Karena 80% dari 2.800 orang tidak tertarik berinvestasi saham karena anggapan bahwa investasi ini sangat berisiko dan memilik unsur spekulatif” (Hasil survey BEI dan Acnielsen Indonesia)

Penjelasan dan sosialisasi yang kurang lengkap, menjadi kunci kurangnya pemahaman masyarakat tentang investas saham. Karena potensi risiko kerugian saham bisa dimintigasi dengan pemahaman tentang perbedaan jenis dan mekanisme beli-jual saham. Tertarik mencoba bermain dan menabung saham? Simak penjelasan lebih lengkap dan advanced dari tiptipseru.com tentang Tips Bagaimana mendulang Untung dari Bermain Saham, merangkum uraian dari Indah Hapsari, SE, RFA, Senior Fiduciary Advisor dari Janus Financial berikut ini:


Apa Keuntungannya?

  • Imbal Hasil Yang Besar. Secara historis, 10 tahun terakhir pertumbuhan terakhir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 26% per tahun rata-rata dalam jangka panjang. Jauh lebih tinggi dibandingkan tabungan yang hanya sekitar 2% per tahun ataupun deposito yang hanya 7-7.5% per tahun (yang dijamin oleh LPS). Keuntungan dalam investasi saham dikenal dengan istilah capital gain yang diperoleh dari Selisih Harga Beli dan Harga Jual (Ketika harga jual lebih tinggi daripada harga beli)
  • Mendapatkan Deviden. Deviden adalah sebagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Semakin bagus kinerja perusahaan, peluang memperleh deviden pun semakin besar
  • Mendapatkan Saham Bonus. Ada beberapa perusahaan yang memberikan tambahan saham kepada para pemegang saham sebagai bonus. Biasanya diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap investor yang memiliki saham dalam jumlah besar

Apa Risikonya?

  • Capital Loss. Capital Loss merupakan kerugian karena menjual saham di bawah harga beli. Hal ini diakibatkan karena turunnya harga saham
  • Likuidasi. Jika perusahaan ditutup atau dinyatakan bangkrut , pemegang saham akan mengalami kerugian paling terakhir setelah perusahaan tersebut membayar seluruh kewajiban hutangnya
  • Delisting. Aritnya perusahaan dikeluarkna dari pencatatan di bursa. Biasanya ini terjadi pada perusahaan yang kinerjanya buruk, misalnya mengalami kerugian terus-menerus, tidak pernah diperdagangkan dalam kurun waktu yang lama, atau tidak memberikan deviden dalam beberapa tahun. Akibat yang diterima pemegang saham adalah tidak bisa lagi menjual saham yang telah terlanjur dimiliki.
  • Saham Di-Suspend. Artinya, transaksi suatu saham diberhentikan sementara karena saham mengalami lonjakan harga yang sangat tinggi. Tujuannya adalah untuk menghindari spekulasi berlebihan.

 

Beli Dimana dan Apa Syaratnya?

Tempat membeli saham adalah di perusahaan sekuritas. Anda bisa melihat daftarnya di website Bursa Efek Jakarta (BEI), www. Idx.co.id di bagian Anggota Bursa. Syaratnya cukup mudah, yaitu memilki rekening di bank dan berusia minimal 17 tahun serta sudah memiliki KTP.

Bagaimana Tahapannya?

  1. Datang ke perusahaan sekuritas untuk membuka rekening efek. Jangan lupa untuk menyertakan KTP, NPWP, serta fotokopi halaman pertama buku tabungan. Jika tidak punya NPWP, Anda bisa membuat surat pernyataan sebagai penggantinya
  2. Sekuritas akan mengirimkan email berisi nomor rekening efek dan investor, serta user name dan password untuk login ke aplikasi atau web perusahaan sekuritas tersebut.
  3. Setelah sukses login secara online, Anda bisa elihat transaksi berbagai saham sekaligus melakukan penjualan atau pembelian

 

Berapa Biayanya?

Harga saham bervariasi mulai dari Rp50,- per lembar, tergantung kinerja perusahaannya. Anda harus membeli minimal satu lot, yaitu 100 lembar saham. Sehingga budget minimal yang Anda butuhkan untuk bermain saham adalah Rp 5.000. Dan biasanya, ada biaya tambahan sekitar 0,18% jika membeli melalui online dan 0,15%-0,25% jika menggunakan jasa broker.

Kriteria Saham Yang Sebaiknya Dibeli?

Untuk ditabung, sebaiknya pilih jenis saham unggulan atau biasa disebut bluechip/big cap, yaitu saham perusahaan besar yang kinerjanya baik secara fundamental, mempunyai manajemen yang kompeten dan professional, bidang usahanya dibutuhkan banyak orang, serta profitnya besar dan rutin membagi deviden. Atau Anda juga bisa memilih saham perusahaan yang produk barangnya telah Anda gunakan selama bertahun-tahun, karena berarti perusahaan tersebut sudah stabil.

Kapan Waktu Terbaik Untuk Membeli Saham?

Apabila niat menabung untuk jangka panjang, Anda tidak perlu menunggu harga benar-benar rendah karena Anda tidak akan tahu kapan harga saham tersebut terendah. Sebagai pemula, coba focus dulu pada 1-3 saham dan beli secara rutin setiap bulan seperti menabung

Kapan Waktu Terbaik Untuk Melepas Saham?

Jika Harga sudah naik sesuai dengan target yang Anda inginkan. Anda harus rajin dan cermat mengamati flukutasi harga saham yang sangat dipengaruhi oleh factor internal maupun faktor eksternal perusahaan (politik, ekonomi makro, dsb)

Adakah Pelatihan Tentang Cara Bermain Saham?

Anda bisa mengikuti sekolah pasar modal yang biasanya diadakan BEI. Sekolah ini tanpa biaya dan Anda bisa memilki sertifikat. Anda juga bisa mengikuti training gratis tentang investasi pasar modal yang diadakan perusahaan sekuritas.

Apa Tips Untuk Menabung Saham?

Pilih perusahaan yang dikenal memiliki kinerja baik. Kalaupun ingin mencoba perusahaan yang belum Anda kenal, baca laporan keuangan perusahaan yang sahamnya akan Anda beli. Pastikan Anda rajin menyimak berita terbaru di mesia terkait pasar modal.

Selanjutnya...

Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari tiptipseru.com?
Daftarkan e-mail Anda di bawah ini
dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

Delivered by FeedBurner