Tips Lengkap Analisa Untung-Rugi Sebelum Melakukan Operasi Plastik

Hari gini, kalau mau punya wajah cantik dan body oke, sebenarnya gampang banget. Tinggal pilih, deh, mulai cara alami tapi butuh waktu yang cukup lama, atau mau instan, misalnya lewat operasi plastik (plastic surgery). Belakangan ternyata cara yang terakhir cukup banyak dipilih oleh perempuan Indonesia usia 20-an. Menurut dr. Donna Savitry Sp. BP., dokter bedah plastic dari Rumah Sakit Polri Jakarta, operasi plastic estetika seperti seperti pembuatan lipatan kelopak mata, memancungkan hidung dan sedot lemak jadi pilihan kebanyakan pasien.

Memang sih, cara ini merupakan pilihan pribadi. Selama Anda sadar melakukannya, punya alasan yang tepat dan tentunya memiliki dana untuk itu, apa salahnya? Ada beberapa alasan utama yang harus diperhatikan sebelum memutuskan melakukan operasi plastik, diantaranya adalah:

Mantabkan keputusan Anda. Keputusan untuk melakukan operasi plastik ini harus benar-benar dibuat atas kesadaran diri sendiri. Kalau ternyata Anda tidak menyukai hasil akhirnya, bisa jadi penyesalan seumur hidup!


Pastikan Sertifikasi Resmi. Pilih dokter bedah plastik yang berijazah, berizin serta memiliki surat rekomendasi dari Perkumpulan Ahli Bedah Plastik Indonesia (Perapi). Kalau dokter bersangkutan tidak memiliki syarat-syarat tersebut, langsung saja angkat kaki dari tempat tersebut!

Konsultasi. Sebelum melakukan operasi plastik biasanya ada sesi konsultasi antara dokter dan pasien. Saat itu, dokter akan menjelaskan lebih dalam tentang operasi plastic, secara teknis maupun hasil akhirnya. Ada pula tahapan lain untuk pasien di bawah 35 tahun. Biasanya meliputi tes darah, rontgen paru-paru, dan tes gula darah. Sementara untuk pasien di atas usia tersebut, akan dilakukan pemeriksaan penyakit dalam.

Pastika Anda melakukan tahap-tahap tersebut sebelumnya. Walaupun sebenarnya, tanpa melakukan operasi plastik pun, harusnya Anda bisa tetap tampil pede dan maksimal. Saran saya simple saja kok, cintai diri kita apa adanya dan tonjolkan kelebihan yang kita miliki. Misalnya, payudara kencang bisa Anda peroleh secara alami melalui bench press atau latihan beban lainnya, perut kencang bisa Anda dapat dri latihan crunch dan sit up, dan sebagainya. Tapi, sekali lagi, kalau Anda tetap ingin menambah rasa percaya diri dengan melakukan operasi plastik, sebaiknya simak dulu 6 fakta penting berikut ini, agar pertimbangan untung-rugi Anda sebelum melakukan operasi plastik semakin lengkap:

Operasi Plastik Meninggalkan Bekas Luka. Perkembangan operasi plastik, khususnya operasi plastik estetika, memang sudah semakin maju. Dengan teknologi yang canggih ini bekas luka hasil operasi ini memang bisa diminalisasi, tapi bekas luka itu tetap saja ada. Jadi bohong, tuh, kalau ada dokter yang bilang kalau operasi plastik nggak meninggalkan luka. Memang ada beberapa operasi plastik, seperti pembesaran payudara, yang lukanya bisa ‘disembunyikan’. Cara ini disebut dengan transumbilical breast augmentation. Dengan metode ini, implant disuntikan ke bagian dada melalui saluran yang dibuat di pusar perut. Tapi masalahnya, karena harus dietakkan di atas otot-otot dada, nggak jarang implant tersebut tersebut berpindah tempat. Bisa saja dalam 2 tahun bertemu jadi satu dan tentu saja akan mengubah bentuk payudara Anda. Yang pasti, bentuknya menjadi tidak alami dan satu-satunya cara untuk memperbaikinya adalah dengan operasi ulang! Jadi, sebelum memutuskan, pikir-pikir dulu matang-matang…

Sedot Lemak Bukan Untuk Mengurangi Berat Badan. Kalau ada dokter bedah yang bilang sedot lemak itu bisa menghilangkan selulit, jangan pernah percaya, deh. Cara ini memang bisa membuat Anda kelihatan lebih ramping dan mengurangi beberapa masalah yang tidak bisa dihilangkan dengan cara diet atau berolah raga. Tapi kenyataannya, sedot lemak bisa lebih parah dampaknya, terlebih kalau banyak lemak yang diambil, kulit jadi bergelombang dan berkerut. Dan lebih parah lagi, proses memperbaikinya bisa lebih menyakitkan. Satu hal yang paling penting: sedot lemak itu bukan untuk menurunkan berat badan! Berapa banyak lemak yang bisa diambil?“ Donna Menjelaskan,

“Dalam sekali operasi plastik, tidak lebih dari 15% atau 35% pada penderita obesitas-lemak yang ada dalam tubuh dapat diambil”

Semakin banyak lemak yang diambil akan semakin membahayakan tubuh, karena bukan hanya lemak yang ikut terbuang tapi juga darah dan cairan tubuh. Kalau sudah seperti ini, nggak hanya kondisi kulit yang memburuk, tapi juga keselamatan jiwa Anda.

Jangan Termakan Iklan. “Dapatkan perut ramping dan seksi! Tanpa sakit dan bebas luka!” Mungkin Anda pernah membaca iklan-iklan semacam itu. Menggoda? Pastinya. Tapi sebelum memutuskan untuk mendatangi atau bikin janji dengan dokter yang beriklan tersebut, cermati dan cari informasi lebih tentang iklan tersebut. Karena sebenarnya nih, dokter-dokter bedah plastic professional dan bagus, jarang banget mengiklankan diri. Bukan berarti para dokter yang beriklan semuanya tidak bagus, tapi secara logika dokter yang bagus dan berpengalaman tidak perlu beriklan lagi untuk mendatangkan pasien, bukan? Jadi, biar lebih pasti, lebih baik minta rekomendasi dari dokter yang Anda percayai saja, deh.

Rasanya Sakit. Cewek kelihatan lebih toleran terhadap rasa sakit daripada cowok. Gimana nggak, tiap bulan, kan Anda terbiasa mengalami sakit menstruasi. Tapi reaksi tiap orang terhadap sakit pastilah berbeda. Menurut Z. Paul Lorenc, M.D., dalam bukunya A Little Work: Behind The Doors of Park Avenue Plastic Surgeon, lima jenis operasi paling menyakitkan adalah abdominoplasty (Pengencangan perut), pembesaran payudara, full face laser (bisa menyebabkan luka bakar tingkat 2), pengencangan paha, dan pengenvangan badan (karena mengambil cukup banyak kulit). Benar juga ya, ungkapan beauty is pain

Hati-hati Anestesi. Nggak Cuma proses operasi atau hasil akhirnya saja yang mesti Anda khawatirkan, tapi saat pembiusan pun perlu Anda perhatikan. Apakah Anda memiliki alergi tertentu yang bisa membahayakan diri saat pembiusan? Untuk amannya, sebaiknya Adan minta dilakukan tes anestesi terlebih dahulu oleh ahli anestesi. Jangan sampai Anda menyesal belakangan. Tugas anestesi ini nggakcuma membius tapi juga memonitor beberapa hal penting lainnya seperti pernapasan dan tekanan darah selama operasi dan memastikan pasien terbangun dari pengaruh anestesi dengan selamat. Jadi, penting banget tuh, peran ahli anestesi. Biar lebih tenang, nggak ada salahnya cari tahu –bisa lewat dokter- tentang ahli anestesi yang akan membius Anda.

Nggak Tahan Lama. Di dunia ini nggak ada yang abadi, termasuk hasil operasi plastic. Gravitasi bumi dan pertambahan umur (penuaan) akan sangat berpengaruh pada hasil operasi tersebut. Jadi, beberapa tahun setelah melakukan pengencangan payudara, misalnya, payudara kita mungkin nggak akan seindah seperti waktu pertama kali operasi. Malah Dr. Donna menambahkan, biasanya bekas luka menjadikan garis jaringan perut berwarna keputihan.

Well, sudah mantabkah keputusan Anda untuk melakukan operasi plastik?

 

Selanjutnya...

Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari tiptipseru.com?
Daftarkan e-mail Anda di bawah ini
dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

Delivered by FeedBurner