Tips Cerdik Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Tahukah Anda berapa biaya masuk perguruan tinggi yang terbaru? Sekedar informasi tahun 2010 lalu biaya masuk perguruan tinggi swasta (PTS) favorit berkisar Rp 30 juta – Rp 35 juta! Okelah, sekarang anak Anda masih balita. Tapi coba hitung biaya masuk PTS untuknya sekitar 14 tahun mendatang. Dengan kenaikan rata-rata 11% per tahun, biaya masuk kuliah anak kelak menjadi Rp 195 juta! Itu biaya untuk satu orang anak. Berapa biaya yang harus Anda siapkan untuk 3-4 anak? Belum lagi kalau Anda berniat menyekolahkan anak ke luar negeri. Dan jangan lupa, biaya pendidikan jenjang di bawahnya pun tak kalah tingginya. Di sinilah pentingnya menyiapkan dana pendidikan, mulai sekarang. Sebab, Anda berdua tak akan tahu apa yang terjadi di masa depan. Masa di mana selalu ada risiko penghasilan Anda dan pasangan terhenti (berkurang) karena perusahaan Anda atau perusahaan tempat Anda bekerja bankrut, salah satu dari Anda sakit atau bahkan meninggal dunia. Untuk mempermudah Anda mempersiapkan dana pendidikan anak, berikut ini tipsanda.com akan menguraikan tips cerdik menyiapkan dana pendidikan anak:

1. Cari Informasi. Untuk berjaga-jaga jika tabungan tak mencukupi, carilah informasi biaya masuk ke masing-masing jenjang yang diincar. Lalu kalikan dengan asumsi kenaikannya (setiap tahun dana pendidikan naik sekitar 10%) sampai anak masuk ke je jenjang pendidikan dimaksud. Misal, Anda ingin menyiapkan dana masuk anak ke TK, 4 (empat) tahun lagi. Katakan biayanya saat ini Rp 5 juta. Dengan asumsi kenaikan 10%, biaya pendidikan kelak adalah Rp 5 juta x 1,1 x 1,1 x 1,1 x 1,1 = Rp 8.052.550. Untuk mencari biaya kuliah, kalikan biaya saat ini dengan persentase kenaikan di masa yang tersisa.

2. Tetapkan Cara Pencapaian Dananya. Ada 2 cara mencapai target dana pendidikan. Pertama, lakukan setoran rutin bulanan ke dalam suatu produk investasi. Misalnya, tabungan konvensional, tabungan pendidikan, deposito, investasi bulanan ke produk reksadana, atau mengambil asuransi pendidikan. Kedua, melakukan investasi sekali saja di muka –membeli tanah, emas, atau saham- dengan dana tunai yang ada saat ini.


3. Lakukan Evaluasi dan Revisi. Evaluasi program persiapan dana pendidikan dan juga rencana keuangan yang Anda jalankan. Minimal setahun sekali, asumsi suku bunga tabungan, deposito, asuransi maupun produk investasi lainya bisa saja berubah. Demikian pila asumsi kenaikan biaya pendidikan per tahun. Dengan evaluasi, kemungkinan terjadi ketidaksesuaian antara asumsi yang dipakai dengan kenyataan, bisa dihindari. Dengan evaluasi, Anda bahkan bisa melakukan revisi bila ternyata rencana keuangan belum mencapai target minimal.

4. Melindungi investasi dari Risiko. Meninggal dunia, sakit, kelanggengan bisnis atau perusahaan tempat Anda memperoleh income, adalah hal-hal yang tidak bisa Anda jamin. Untuk mengantisispasi risiko ini, ambilan asuransi. Dengan begitu, keberlangsungan persiapan dana pendidikan tetap terjaga. Anda sangat beruntung jika produk tabungan yang Anda ambil saat ini include asuransi jiwa. Jika tidak, ambilah asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, dan asuransi penyakit kritis. Jika terjadi sesuatu pada Anda, hasil bunga uang pertanggungan dari ketiga asuransi tersebut – jiak dimasukkan ke produk tabungan atau investasi lain – dapat meneruskan setoran rutin dana pendidikan anak.

Selanjutnya...

Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari tiptipseru.com?
Daftarkan e-mail Anda di bawah ini
dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

Delivered by FeedBurner