Tips Mendekorasi Kamar Tidur Berdasarkan Karakter Anak

Kamar tidur bagi anak bisa jadi tempat yag istimewa karena mereaka menemukan teritorinya sendiri. Untuk itu Anda perlu memperhatikan kenyamanan di dalamnya. Secara umum, hal-hal penting seperti tempat tidur dan meja belajar harus selalu tersedia. Posisi tempat tidur sebaiknya menempel pada sisis dinding supaya tidak memakan tempat dan aman bagi balita. Biarkan cahaya alami menerangi kamar di siang hari, asal tidak menyilaukan. Sementara pada malam hari, gunakan lampu dengan sistem dimmer sehingga terang cahaya bisa dikecilkan saat tidur. Kebutuhan setiap anak berbeda-beda sesuai dengan perkembangan usianya. Karena itu desain kamar anak harus fleksibel dan terus beradaptasi dengan perubahan anak. Berikut ini beberapa tips untuk merancang/mendesain dekorasi kamar anak sesuai dengan karakter mereka:

1. Si Girlie. Kamar anak perempuan biasanya disajikan dengan wanra-warna lembut dan sedikit terlihat genit. Tetapi tidak perlu terpaku dengan stereotype anak perempuan yang identik dengan warna pink. Umumnya mereka menyukai barang yang cantik atau girlie. Anda bisa memilih ranjang dengan aksen kelambu tipis, yang di atasnya bisa dibuka-tutup. Hadirkan motif-motif bunga, garis lengkung atau aksen pita pada tirai, bantal dan sprei. Letakkan lampu meja dengan bentuk kap yang lucu dan warna warni. Anak perempuan juga suka mencoba berdandan meniru ibunya. Tambahkan saja meja rias kecil di sebalh ranjang. Untuk bermain dengan boneka kesayagannya, sedikan area duduk dekat jendela.

2. Si Imajinatif. Anak laki-laki umumnya senang bermain-main dan kurang perduli dengan kamarnya. Pilih furniture yang merangsang permainan imajinatif atau menawarkan sedikit action bisa membantunya untuk lebih betah di kamar. Msalnya, tempatkan bentuk ranjang  menyerupai perahu, atau mobil-mobilan di kamarnya. Pastikan kualitasnya tahan banting agar aman saat anak melompat ke atasnya. Untuk membantu suasan, hiasi dinding kamar dengan gambar-gambar yang mendukung, misalnya panorama laut. Begitu pula pilihan aksesoris seperti motif pada tirai, lemari, bantal, sprei dan sebagainya. Tapi, jangan terlalu banyak warna supaya tidak membuat anak  terstimulasi berlebihan.


3. Si Kolektor. Pada usia sekolah, anak-anak perempuan maupun laki-laki mulai suka mengoleksi sesuatu. Mereka akan selalu memainkan atau sekedar memandanginya sebelum tidur. Untuk itu, perlu disediakan tempat untuk menyimpan dan memajang di kamarnya. Tempatkan rak-rak terbuka atau ambalan di dekat ranjang. Akan lebih menarik jika memiliki kesatuan warna dan desain dengan lemari dan meja belajar. Untuk tempat penyimpanan, siapkan laci di bawah ranjang atau kotak-kotak dengan warna cerah dan mudah dipindah-pindah.

4. Si Kutu Buku. Tidak sedikit anak yang hobi membaca, sampai hendak tidur pun mereka masih menyempatkan membaca buku kesukaanya. Supaya lebih nyaman, coba lengkapi kamarnya dengan rak-rak buku yang mudah dijangkau dari ranjang. Tempatkan lampu baca yang cukup terang di samping ranjang atau dari arah atas. Jika ruangan cukup luas, buatkan  tempat duduk khusus untuk membaca dekat meja belajar, atau sudut ruang dekat jendela kamar.

5. Si Supel. Menginjak remaja, anak mulai suka mengunang teman-temannya ke rumah. Dan kamar menjadi tempat berkumpul (meeting point) yang paling disenangi. Sisihkan sudut ruangan kosong untuk tempat mengobrol. Ukuran ranjang bisa sedikit lebih besar untuk menampung teman yang mungkin menginap. Pilihan desain furniture yang lebih sederhana dengan warna-warna netral seperti cokelat lebih pas untuk kamar remaja. Tambahkan sedikit aksen warna pada dinding atau aksesoris. Seperti hamparan karpet yang lembut dengan warna cerah yang bisa memberi kesan hangat.

6. Untuk Berdua. Tidak jarang karena keterbatasan ruang, Anda menyediakan satu kamar untuk berdua. Meski harus berbagi dengan kaka atau adiknya, tentukan dengan jelas batas-batas daerah (teritori) setiap anak. Model ranjang bertingkat bisa menjadi salah satu pilihan pada ruang kecil. Pilih warna dan motif sprei, bantal dan aksesoris sesuai dengan keinginan mereka. Keberadaan anak tangga sekaligus bisa digunakan sebagai alat bermain. Tapi, pastikan dulu tidak berbahaya bagi anak. Dan, sediakan meja belajar yang besar untuk digunakan bersama.

 

Selanjutnya...

Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari tiptipseru.com?
Daftarkan e-mail Anda di bawah ini
dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

Delivered by FeedBurner