Tips Sukses Membuka Bisnis Sampingan dgn Modal Rp20 Juta

Hari gini, semua orang punya usaha sampingan. Mau tak mau Anda pun tergoda untuk memilikinya bukan? Selain mengasah jiwa wirausaha juga mampu menambah pengahasilan bulan Anda. Lalu, pertanyaannya adalah pilihan usaha apa saja yang mudah pengelolaannya dan pastinya memberikan keuntungan? Jika sebelumnya, tipsanda pernah mengulas Tips 11 Peluang Bisnis Franchise di Bawah Rp70 Juta, maka berikut ini akan diuraikan bagaimana caranya membuka bisnis/usaha dengan modal Rp 20 Juta:

1. Outlet Gerobak dan Booth. Jawabannya adalah semacam kedai yang menggunakan saran gerobak atau booth untuk tempat berjualan. Mengapa gerobak atau booth? Karena selain mudah dipindah-pindahkan, Anda tidak butuh modal besar untuk memulai usaha dengan sarana ini. Menurut Hendi Setiono, Presiden Direktur PT. Baba Rafi Indonesia, yang juga pemilik usaha Kebab Turki Baba Rafi, ada beberapa jenis usaha yang bisa menggunakan outlet outdoor atau indoor berbentuk gerobak atau booth. Diantaranya, usaha makanan (jenis fastfood, ayam goreng, burger, hotdog, kebab, pisang goreng, kentang goring bahkan gorengan pun bisa). Isi ulang pulsa (lebih mudah dijangkau karena berbentuk counter), fashion (pakaian, sepatu, kaos, aksesoris, gelang dan lainnya), CD.DVD, parfum, jasa ramal dan masih banyak lagi.

2. Desain. Usahan apapun, selama desain outlet-nya menarik dan eye catching, pasti dapat menarik minat pembeli, untuk datang, melihat dan membeli. Selama barang dagangan yang dijajakan sederhana dan mudah dipindah-pindahkan, maka sangat memungkinkan berjualan menggunakan gerobak eksklusif. Untuk mendapatkan outlet dengan desain menarik, Anda bisa memesannya pada kontraktor atau spesialis desain interior. Mereka memiliki selera desain lebih tinggi dibandingkan dengan tukang biasa. Harganya bervariasi mulai dari Rp4 juta untuk harga outlet yang sangat sederhana hingga Rp7-10 juta untuk desain outlet yang lebih rumit tapi menarik.


3. Cari Dukungan Suplier. Menurut Hendi, jika memang dana yang Anda miliki untuk modal awal terbatas, mengapa tidak bekerja sama dengan supplier? Dengan cara ini, Anda tidak perlu pusing lagi memikirkan produksi. Yang Anda pikirkan hanya memasarkannya saja. Misalnya, Anda ingin berjualan aksesori perhiasan. Tidak perlu bingung bagaimana membuatnya. Cukup mengambil barang dari supplier alias pemasok yang ada. Lalu tinggal menjualnya di gerobak. Beres deh! Demikian pula dengan bisnis makanan. Memang bergantung pada menu makanan yang Anda ingin jual. Namun dengan adanya pemasok, Anda dapat membeli bahan mentahnya dari mereka, kemudian mengolahnya menjadi bahan matang di outlet Anda hingga siap dihidangkan dan dimakan. Untuk menjalin hubungan kerja sama dengan supplier sendiri ada beberapa cara. Ada yang sistem beli putus, ada juga yang sistem titip jual (konsinyasi). Tentu semua bergantu pada kesepakatan Anda dengan si supplier. Semakin banyak jumlah pengambilan Anda, biasanya semakin besar diskon yang diberikan si supplier.

4. Lokasi Strategis. Anda tahu kolaso pusat keramaian adalah tempat paling strategis untuk mendirikan usaha. Tapi, dimana saja tempat-tempat strategis itu? Nah, kalau yang ini tergantung pada segmen pasar yang akan Anda bidik. Misalnya, Anda ingin menyasar pembeli anak muda, tempatkanlah gerobak atau booth di sekitar daerah kampus atau sekolah. Namun, jika segmen pasar Anda lebih umum, Anda bisa menempatkan gerobak atau booth di kawasan komplek perumahan. Jika ingin lebih menaikan image, Anda bisa menyewa tempat di pusat perbelanjaan atau mal. Kalau cara ini yang dipilih, tentunya tidak murah. Anda harus membawa biaya sewa temapt jauh lebih tinggi. Selain lokasi-lokasi tersebut, Anda juga dapat menyewa lokasi strategis lain seperti di depan pelataran supermarket, minimarket, apotik dan lainnya.

5. Izin Berjualan. Outlet gerobak atau booth sudah siap. Bahan baku dar supplier juga siap dijual. Lokasi sudah ditentukan. Tapi Anda tak boleh berjualan begitu saja (kecuali Anda berjualan di rumah/lahan pribadi). Jika Anda menggunakan lokasi di depan minimarket, apotik atau bahkan pinggir jalan, tentu Anda harus mengurus perizinan. Izin dasar yang diperlukan adalah izin dari pemilik lahan yang Anda gunakan untuk berjualan. Untuk itu, diperlukan biaya sewa, sebagai kontribusi pemakaian lahan. Besarnya biaya beragam. Menurut Hendi, untuk lokasi outdoor dengan luas 2×2 meter biayanya sekitar Rp300 – 500 rbu per bulan. Sementara untuk lokasi indoor, biaya sewanya bisa mencapai Rp2-4 juta perbulan. “Biaya sewa tempat sangat bergantung juga pada daerah atau lokasinya. Untuk biaya lainnya seperti reklame, distribusi dan lainnya biasanya diurus kemudian setelah usaha berjalan, “ tambah Hendi.

6. Kapan Balik Modal. Karena modal yang dipergunakan sebenarnya tidak terlalu besar, menurut Hendi, Break Event Point (BEP) alias masa balik modal pun cenderung cepat. Ia memperkirakan dalam kurun waktu 6 bulan sampai 1 tahun modal yang 20 jutaan tadi sudah bisa kembali. “Kalau bisa lebih cepat dari itu, tentunya sudah luar biasa sekali, ” tutur Hendi lagi. Untuk memperhitungkan waktu balik modal investasi ada rumusnya yaitu : BEP adalah Total Revenue = Total Cost, dimana Total Revenue (pendapatan total) = Total Fixed Cost + Total Variabel Cost dan Total Fixed Cost adalah total semua biaya tetap kita. Yaitu biaya yang “mau ga mau, produksi atau ga produksi” harus tetap dibayar.

Selanjutnya...

Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari tiptipseru.com?
Daftarkan e-mail Anda di bawah ini
dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

Delivered by FeedBurner