Tips Aman Menjawab Jebakan Wawancara Kerja

Setelah melalui beberapa tahap seleksi tertulis, tiba saatnya anda masuk ke dalam tahap wawancara kerja. Biasanya anda akan berhadapan dengan Kepala Human Resource Department (HRD), Direktur atau pihak ketiga yang disewa perusahaan. Pada tahap ini, anda perlu benar-benar berlatih dan mempersiapkan jawaban-jawaban yang strategis sekaligus tidak terjebak pertanyaan-pertanyaan HRD/Direktur/Pihak Ketiga. Karena sekali anda terjebak dalam suatu pertanyaan, maka bisa dipastikan anda akan kedodoran pada pertanyaan-pertanyaan selanjutnya dan tentunya hal ini akan sedikit banyak berpengaruh terhadap hasil penilaian Anda secara keseluruhan. Untuk itu berikut ini akan disampaikan tips aman menjawab pertanyaan-pertanyaan jebakan dalam wawancara kerja:

1. Coba Ceritakan Tentang Diri Anda? Beberapa artikel menyebutkan agar sebisa mungkin merendahkan diri untuk menghindarkan kesan sombong dan sekaligus dapat menarik hati HRD, seperti “Saya memandang diri saya sebagai seseorang yang biasa-biasa”. Namun berdasarkan pengalaman penulis, ada baiknya anda justru menjawab sebagaimana apa adanya dengan lugas, singkat dan terkonsep dengan awal dan akhir yang jelas. Karena pertanyaan ini adalah pintu masuk anda untuk menguraikan prestasi dan kelebihan anda. Namun jika tidak siap, hal ini memang bisa menjadi bumerang dan jebakan yang mematikan. Tips aman: Apabila anda memiliki cerita diri anda sebanyak 1 lembar folio, maka pilih satu baris yang benar-benar terfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan bidang kerja anda. Misalnya, anda tidak perlu mengutarakan prestasi anda sebagai Juara I lomba fotografi nasional ketika melamar sebagai IT System Analyst, karena hal tersebut tidak relefan. Ciptakan kalimat yang padat, cerdas dan meyakinkan pada jawaban anda misalnya seperti, “Nama saya Nala Adicandra, lulusan program S2 Bidang Teknologi Informasi, Universitas Gadjah Mada. Di samping kualifikasi formal tersebut, saya juga memegang sertifikasi internasional dalam bidang Jaringan Komunikasi Data dari Cisco yaitu CCNA. Dalam hal organisasi, saya pernah dipercaya baik sebagai pengurus maupun ketua pelaksana kegiatan. Waktu senggang yang ada biasanya saya pergunakan untuk menyalurkan hobi saya, seperti menonton film, bersepeda dan fotografi “

2. Apa Yang Anda Ketahui Tentang Kami? Pelajari segala sesuatu tentang perusahaan yang anda tuju tersebut. Karena jawaban yang anda berikan tergantung apa yang anda ketahui. Jadi jangan sampai anda menjawab tidak tahu, atau malah ngawur, jangan harap anda bisa melaju ke tahap berikutnya. Tips aman: Cari referensi tentang perusahaan tersebut, baik melalui rekan-rekan yang sudah bekerja di perusahaan bersangkutan, brosur perusahaan atau kunjungi situs perusahaan tersebut di internet

Baca Juga:


3. Apa Pengalaman Yang Anda Miliki Dalam Bidang Ini? Ini adalah satu pertanyaan lagi yang bisa anda manfaatkan untuk memenangkan wawancara kerja. Berdasarkan informasi yang anda peroleh, cari hubungan yang paling pas antara pengalaman anda dan perusahaan bersangkutan. Tip aman: Agar jawaban tidak melebar tak berujung, mintalah kepada si pewawancara untuk lebih spesifik dengan pertanyaannya, “Maksud Bapak/Ibu secara menyeluruh atau bidang tertentu yang menarik minat Bapak/Ibu?”. Cara lain yang dapat ditempuh adalah langsung mencoba menangkap bahasa tubuh dari si pewawancara untuk kemudian mengutarakan jawaban anda, “saya pernah magang sebagai drafter 3D Autocad pada saat Kerja Praktek di PT. Pembangunan Perumahan (PT.PP), sehingga menurut saya hal tersebut akan sangat membantu saya dalam bekerja sebagai arsitek di perusahaan bapak/ibu.”

4. Apa Yang Bisa Anda Lakukan Terhadap Perusahaan? Pertanyaan ini terkadang memancing Anda untuk berbicara muluk-muluk agar si pewawancara semakin yakin untuk me-recruit anda. Namun anda tidak perlu terpancing lebih jauh, karena dikhawatirkan janji-janji Anda akan dicatat, dan akan di cross-check pada masa percobaan (probation) anda. Tidak menjadi masalah ketika anda bisa merealisasinya, namun menjadi masalah besar ketika anda tidak mampu merealisasikannya. Masa percobaan anda akan berakhir dengan pemutusan kontrak karya. Tips aman: yang perlu anda pahami adalah sebagai seorang pegawai baru tentu saja anda tidak mungkin akan merubah perusahaan dengan sekali sentuh, untuk itu anda hanya perlu menjawab, “Yang pertama-tama saya lakukan adalah melakukan mapping kondisi perusahaan, kemudian saya baru akan berusaha memberikan kontribusi-kontribusi positif terhadap perusahaan sesuai dengan spesifikasi dan kualifikasi saya”

5. Apa Yang Paling Anda Sukai dan Tidak Sukai dari Pekerjaan Sekarang? Sebisa mungkin hindari sisi negatif. Memang pada tidak mudah, karena pada dasarnya manusia suka mengeluh, apalagi kalau diberi kesempatan. Tips aman: jawablah keduanya dengan mengatakan, “Saya sangat menyukai pekerjaan saya”, lalu lanjutkan dengan menyebutkan kualifikasi yang menunjang posisi anda. Kemudian tutup pembicaraan dengan “sekarang saya siap memulai hal baru dan kesempatan mendapat tanggung jawab baru”

6. Apa Yang Anda Harapkan Dari Pekerjaan Ini? Mungkin saja pekerjaan ini jadi harapan untuk gengsi atau naik gaji (dibanding pekerjaan lama anda), Simpan saja dalam hati. Sebagai gantinya katakan bahwa anda ingin memberikan kontribusi positif pada perusahaan sekaligus memberikan kepuasan bagi diri anda sendiri. Tips aman: sebutkan bahwa melalui perusahaan ini Anda berpeluang untuk lebih dapat mengaplikaskan ilmu yang anda pelajari sebelumnya.

7. Mengapa Anda Ingin Pindah Kerja (ke Perusahaan kami)? Kalau anda punya alasan positif, jangan ragu menyampaikannya. Tips aman: Hindari jawaban,“Saya kurang cocok dengan atasan”, atau “Atasan saya tidak mau menerima ide anak buahnya“, namun jawablah secara tidak langsung sepert, “saya tertantang mencoba mendalami bisnis ini”. Jawaban ini cenderung lebih disenangi si pewawancara.

8. Berapa Gaji Yang Anda Inginkan? Hindari menyebutkan angka yang terlalu tinggi, namun jangan pula terlalu rendah. Tips aman: Buat perhitungan sendiri dalam hati. Ambil angka tertinggi dan terendah, jumlahkan dan bagi 2. Lalu dari angka tengah tersebut tambahkan 1/3-nya. Nah itu gaji yang bisa anda sebutkan. Atau dengan menyampaikan jawaban diplomatis, “Sebagai pegawai baru, saya akan menerima dan mengikuti aturan manajemen yang berlaku di perusahaan ini“, baru setelah didesak, sampaikan angka perkiraan tadi, sehingga si pewawancara bisa memahami kesungguhan anda dalam bekerja, tidak melulu akan menuntuk hak saja. “Kalau boleh berandai-andai saya mengharapkan kisaran gaji Rp 2 juta. Namun sekali lagi hal tersebut saya serahkan kepada manajemen terkait peraturan di perusahaan ini”.

9. Masalah terberat Apa Yang Pernah Anda Hadapi? Hati-hati dengan pertanyaan favorit ini. Jangan sekali-sekali anda menyebutkan persoalan sangat sulit dan anda gagal mengatasinya. Tips aman: Sebutkan sebuah problem yang happy ending. Hindari menyebutkan persoalan keluarga atau pribadi, pilihlah permasalahan dari luar yang anda juga bisa menyelesaikan dengan baik, misalnya “Ketika saya dipercaya sebagai ketua bakti sosial di kampus, saya mengalami kesulitan dana. Berbagai jalan telah saya tempuh baik melalui iuran panitia, donatur dari orang tua mahasiswa maupun permohonan dana ke fakultas, namun nihil hasilnya. Beberapa donatur eksternal juga coba saya yakinkan bahwa apabila kegiatan ini berjalan, akan mampu menguntungkan, dan akan kami gunakan untuk melunasinya, namun sia-sia. Disatu sisi, har-H pelaksanaan semakin mepet. Dilema batal atau terus jalan, membuat saya harus segera memutuskan. Akhirnya setelah musyawarah dengan panitia, saya menggadaikan kendaraan saya. Dan sesuai perhitungan, bakti sosial dapat berjalan lancar dan saya bisa menebus kendaraan saya”

10. Apakah Anda Sudah Memiliki Pacar? Hal ini jangan Anda tanggapi terburu-buru, dengan menjawab “Sudah. Kami berencana menikah pada akhir tahun ini”. Hal ini kemungkinan besar bisa menutup peluang Anda untuk maju ke tahap berikutnya. Karena perusahaan biasanya menginginkan karyawan barunya fokus pada pekerjaan di awal masa kerjanya. Tips aman: Sampaikan jawaban yang bersifat jujur namun fleksibel, “sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah.“

11. Mengapa Saya Harus Menerima Anda? Jangan menjawab, “Karena saya memerlukan pekerjaan” atau “saya baru di-PHK“. Karena sebenarnya si pewawancara hanya ingin tahu kesimpulan tentang keahlian anda. Jadi beri jawaban singkat dan unique namun padat tentang pekerjaan dan kemampuan anda. Tips aman: sebutkan satu persatu kemahiran serta kualifikasi anda. Hindari jawaban, “Karena saya termasuk perkerja keras”, hal ini terlalu umum. Langkah selanjutnya adalah cocokan jawabab Anda dengan kubutuhan perusahaan tersebut.

Selanjutnya...

6 Comments

  • Terima kasih atas tipsnya. namun biasanya ”penyakit” dalam wawancara adalah sifat grogi dan gugup saat memasuki ruang wawancara. itulah yang membuat jawaban yang kita berikan jadi terkesan kacau dan tidak meyakinkan. Bagaimana mengatasi hal ini?

    sepertinya ada pertanyaan yang belum dibahas, yaitu tentang kelebihan dan kelemahan. Setiap kali wawancara kerja, saya sering ditanya “Apa kelebihan dan kelemahan saudara”?

    dan berdasarkan pengalaman saya, setiap kali saya menjawab satu pertanyaan, akan disambung dengan pertanyaan berikutnya yang sifatnya membantai, terus dikejar sampai saya terdiam dan tidak tahu harus berkata apa. Mohon tips nya agar bisa menghadapi pertanyaan tersebut.

    terima kasih

  • Terima kasih atas tips ya, namun ada yang mengganjal dipikiran saya terutama mengenai pertanyaan tentang pengalaman atau masalah terberat yang pernah dialami.Saya pernah bekerja di perusahaan kelas menengah hanya sebentar dan tidak ada pengalaman atau permasalahan berat yang cukup berkesan. Setelah saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan untuk berwiraswasta dan bekerjasama dengan teman, justru pengalaman ini yang sangat berkesan dan bahkan tidak sedikit teman-teman lain sebaya yang kagum. Karena saya bisa export beberapa product indonesia ke beberapa negara seperti australia, finlandi, irlandia, dan philipina. Bahkan saya berdua bersama teman memiliki nama CV sendiri. Namun sekarang saya berniat untuk masuk ke perusahaan BUMN yang besar dan usaha tersebut biar dilajutkan teman saya saja.

    Pertanyaannya;
    Bagaimana jika pengalaman atau permasalahan yang terbesar itu berasal dari berwirasawasta/usaha sendiri? Soalnya posisi saya kan sedang melamar kerja di BUMN (jadi pegawai), tapi saya bercerita pengalaman atau permasalahan yang menurut saya luar biasa tapi ketika itu masih menjadi seorang wirasawasta (bukan sebagai pegawai). Apa tidak berpengaruh jelek pada penilaian? Apa nanti tidak dicap punya sifat tidak loyal pada perusahaan, karena seorang yang berwiraswasta akan selalu berorientasi profit, cenderung mandiri. Yang jelas style kerjanya berbeda dengan cara ketika kerja jadi karyawan perusahaan. Apakah saya harus berkata jujur tentang wirasawasta atau saya merubah cerita dengan mengatakan saya sebagai staff dari cv punya teman dan saya sendiri.

    Mohon diberi tips nya….. thanks.

  • Sdr Dapik,
    Terima kasih atas pertanyaan Anda. Menurut saya pengalaman Anda tersebut sangat menarik. Anda bisa menjadi “someone” dari seorang “no one”, from zero to hero, dengan melalui wirausaha. Kondisi/Dilema ini juga pernah sy alami sendiri ketika sy melamar kerja sebagai management trainee di PT. Astra Internasional Tbk, dan ketika sy sampaikan disana, memang kondisi ini justru menjadi bumerang bagi saya, saya terpojok oleh pertanyaan-pertanyaan interviewer, dan akhirnya gagal. Untuk itu, pada saat-saat tertentu, ada kalanya pengemalan tersebut Anda keep untuk Anda pribadi, terutama ketika Anda tengah melamar pekerjaan baru. Mengapa? 1) Perusahaan Baru Anda pasti menginginkan karyawan yang berdedikasi dan fokus pada pekerjaannya; 2) Pengalaman kerja Anda tidak berhubungan langsung dengan bidang pekerjaan baru Anda. (Toh, Anda masih bisa mencari alternatif pengalaman yang bisa di-share kepada interviewer, bukan?). 3) Untuk menghindari Anda berkata bohong pada saat interview, lebih baik Anda ‘menghapus bagian tersebut’ dalam wawancara tersebut. (Karena sekali berbohong, Anda akan kerepotan mengarang indah di depan pewawancara, yang memungkinkan Anda terpojok oleh pertanyaan2 yang bersifat ‘mengejar’). Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat. Sukses ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari tiptipseru.com?
Daftarkan e-mail Anda di bawah ini
dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

Delivered by FeedBurner